PERINGATAN NUZULUL QUR’AN SEBAGAI MOMENTUM UNTUK MEMOTIVASI PENERAPAN ALQUR’AN DALAM KEHIDUPAN

Jum’at, 24 Juni 2016, Masjid Al Muhajirin Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung memperingati Nuzulul Qur’an dan buka bersama keluarga besar BBPBL, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat dan anak-anak yatim piatu. Tema yang diambil adalah “ Momentum Penerapan Al Qur’an dalam Kehidupan, Mewujudkan Islam  Rahmatan lil ‘alamin.”Acara tersebut diisi dengan ceramah dengan mendatangkan ustad dari sekolah Islam terpadu INSANTAMA Bogor, yakni Bapak Ir. Muhammad Adhi Maretnes Harapan.

Acara dimulai dengan sambutan Kepala BBPBL Lampung, yang intinya dengan acara ini beliau ingin bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar Balai, tokoh agama, tokoh masyarakat,  keluarga besar BBPBPL Lampung dan BBPBL ingin berbagi dengan anak-anak yatim piatu. Dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 70 (tujuhpuluh) orang anak yatim piatu dari beberapa yayasan di sekitar Balai.

Acara selanjutnya siraman rohani olah Ustadz  Adhi,  dan pada kesempatan tersebut beliau mengajak untuk mendalami keistimewaan-keistimewaan Al Qur’an. Disampaikan oleh ustadz Adhi keistimewaan  Al Qur’an diantaranya adalah satu-satunya kitab suci yang dapat dihafal, bukan saja oleh orang dewasa akan tetapi anak umur 7 tahun pun mampu menghafal Al Qur’an  seperti  Musa La Ode  yang telah mengharumkan nama Indonesia pada Musabaqah  Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada April 2016. Keistimewahan Al Qur’an lainnya juga  telah banyak dibuktikan dengan  berbagai penelitian seperti  kisah Nabi Sulaiman dan pasukannya yang bertemu dengan para kawanan semut, kawanan semut diperintah oleh semut betina untuk masuk kedalam lubang karena pasukan Nabi sulaiaman akan lewat.  Setelah diteliti ternyata  memang benar bahwa yang menjadi  komando dalam kehidupan semut adalah Ratu semut bukan raja semut, dan masih banyak lagi keistimewahan isi Al Qur’an termasuk  juga tentang jasad Fir’aun  yang masih utuh hingga sekarang yang memang telah dijelaskan dalam Al Qur’an sebelumnya.

Melihat dai beberapa contoh keistimewaan itu, selayaknyalah kita menjaga Alqur’an dengan benar dengan cara membacanya dengan benar, belajar sungguh-sungguh untuk memahami maksudnya, berusaha mengamalkannya secara pribadi, keluarga dan masyarakat serta bersama-sama bahu membahu membantu penegakan aturan Alqur’an sebagai pedoman dalam kehidupan kita di alam ini. Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat berjamaah.(va/dau/utama)

PELUANG PENGGEMBANGAN INVESTASI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT

Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 95.181 km dengan luas laut sebesar 5,8 juta km2 dan secara geografi Indonsia berada di daerah tropis dimana perairannya sangat subur dan memiliki biodiversiti yang tinggi sekitar 45 % dari biota laut dunia. Luas potensi perairan Indonesia untuk pengembangan perikanan budidaya laut diperkirakan sebesar 8,36 juta ha dan baru dimanfaatkan sebesar 169.292 ha (3,69 %), termasuk potensi perairan diatas 4 mil (off shore) pun belum dimanfaatkan.

Jum’at, 13 April 2016 Direktur Pengembangan Investasi Bapak Anang Noegroho, Deitjen Penguatan Daya Saing Produk Perikanan membawa 40 orang investor ke Balai Besar Perikanan Budidaya Laut untuk mengenal dan mencari informasi lebih jauh akan peluang pengembangan investasi perikanan budidaya laut. Rombongan diterima oleh Kepala BBPBL Lampung, Ir. Mimid Abdul Hamid, M.Sc sekaligus menjelaskan keberhasilan teknologi budidaya laut di BBPBL Lampung dan peluang-peluang investasiya seperti Kerapu, Kakap Putih, Ikan Cobia, Rumput Laut Kultur Jaringan, Kuda Laut, dan lainnya serta analisa usaha budidayanya.  Disampaikan oleh Ka. BBPBL Lampung Kakap putih mempunyai peluang yang sangat baik  sebagai komoditas untuk industrialisasi dan sampai dengan saat ini telah dirintis oleh beberapa perusahaan di Indonesia; Ikan Cobia dengan keunggulannya mempunyai pertumbuhan yang cepat dalam 1 tahun dapat mencapai 4-6 kg lebih cepat dibandingkan dengan ikan lele dan patin pada budidaya air tawarserta dengan rasa daging yang enak, merupakan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, demikian juga dengan komoditas lainnya.

Dalam kesempatan tersebut terjadi interaksi yang sangat aktif /antusias antara peserta/investor dan nara sumber (Ka. BBPBL). Acara dilanjutkan melihat kegiatan di lapangan didampingi oleh senior staf BBPBL, untuk meyakinkan para investor bahwa perikanan budidaya laut mempunyai peluang yang sangat baik untuk dikembangkan dan menguntungkan. Harapan ke depan potensi perikanan laut yang ada dapat termanfaatkan, produksi ikan laut dari hasil budidaya dapat meningkat, sehingga dapat memenuhi konsumsi penduduk akan ikan terkait dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia.  Dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya bahwa dengan semakin berkembangnya budidaya laut, akan menciptakan lapangan kerja dan peningkataan devisa negara dari sektor perikanan laut. (Va/Utama)

BANGKITKAN EKSPORT IKAN HIDUP HASIL BUDIDAYA DI PROP. LAMPUNG

Eksport ikan Kerapu hidup hasil budidaya kembali digalakkan seiring dengan terbitnya Permen KP No. 15/2016.Rabu, 11 Mei 2016 telah dilakukan eksport ikan Kerapu (Macan dan Cantik) ke Hongkong yang dipusatkan di Pulau Siuncal, Lampung sebanyak 15 ton dengan nilai mencapai US$ 135.000. Dirjen Perikanan Budidaya hadir pada acara tersebut bersama dengan anggota komisi IV DPR RI, Sudin dan Staf Ahli Bupati Kab. Pesawaran Heriansyah. Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dirjen. Perhubungan Laut, Dirjen Bea dan Cukai dan Kepabeanan, DITPOLAIR POLRI, Karantina Ikan dan stake holder perikanan.

Dalam sambutannya Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Subyakto menyampaikan bakwa dengan diterbitkannya Permen KP No. 15/2016 akan membangkitkan kembali budidaya Kerapu khususnya di Prop. Lampung sebagai basic budidaya kerapu nasional. Disebutkan bahwa sebelumnya kapal-kapal asing bisa masuk ke pelosok-pelosok dimana ada KJA namun sekarang hanya bisa standbay di satu tempat, tidak terbatas di pelabuhan tertentu saja tapi bisa langsung ke KJA seperti di Pulau Siuncal ini, yang merupakan mitra para pembudidaya ikan, dimana tidak hanya melakukan pendampingan tetapi juga menjamin kepastian pasar hasil budidaya kerapu. Tentu saja dengan ketentuan kalau petugas-petugasnya tidak ada ditempat (spot) tersebut, mengingat potensi perikanan  budidaya laut tidak diperkotaan, maka eksportir harus mengundang semua petugas untk hadir seperti imigrasi, bea cukai, karantina, DITPOLAIR POLRI, perhubungan, dan lainnya.

Pengusaha pengucapkan terimakasih dengan terbitnya Permen KP ini mengingat kegiatan eksport sempat terkendala pada beberapa waktu yang lalu.Dengan adanya eksport ini, para pembudidaya mulai bergairah kembali untuk melakukan kegiatan budidayanya, sehingga akan mendorong peningkatan produksi perikanan budidaya khususnya ikan kerapu dan  eksport ikan kerapu hasil budidaya ke depannya akan semakin meningkat serta kontinyu. (Va/Utama)

KUNJUNGAN ANGGOTA LEGESLATIF KAB. BANGGAI KEPULAUAN KE BBPBL LAMPUNG SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN DPRD DALAM PEMBANGUNAN PERIKANAN

Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan salah satu Kabupaten yang berada di ujung Timur Propinsi Sulawesi Tengah. Lebih dari 60 % luas wilayah Banggai Kepulauan di dominasi oleh laut  dan aspek budidaya perikanan laut menjadi prioritas. Saat ini eksploitasi ikan laut sangat tinggi karena harga komoditas laut sangat menjanjikan, contoh : harga per kilogram Kerapu Bebek berada pada kisaran Rp. 600.000,- bahkan bisa mencapai Rp. 900.000,-/kg. Berkaitan dengan potensi yang ada, maka pada hari Senin, 11 April 2016Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan Bapak Desmon membawa 10 orang anggota,1 orang staf sekretariat DPRD dan 1 orang perwakilan dari DKP Prop melakukan study banding ke Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung (BBPBL) untuk melihat secara langsung kegiatan di BBPBL dan melakukan diskusi sehubungan dengan bagaimana mengelola potensi laut yang ada di Banggai Kepulauan untuk kegiatan budidaya laut.

Rombongan diterima oleh Kadis Perikanan Kab. Pesawaran Bapak Suyanto dan Ka. BBPBL Lampung Bapak Mimid Abdul Hamid dilanjutkan dengan ekspose dan  melihat sarana, prasaranaserta kegiatan di lapangan baik kegiatan pembesaran di Karamba Jaring Apungmaupun kegiatanpembenihan yang dilakukan di darat. Diskusi secara intensif dilakukan pada saat melakukan kunjungan ke lapangan dan rombongan sangat antusias bahwa budidaya laut dapat dikembangkan di Banggai Kepulauan lebih serius, karena kegiatan budidaya merupakan kebijakan yang strategis untuk mengontrol illegal fishing demikian dikatakan oleh Desmon.Ke depan harapannya budidaya ikan laut akan berkembang di Banggai Kepulauan dan akan menjadi rujukan untuk kunjungan dan pembelajaran.  Ka. BBPBL Lampung dan Kadis Perikanan Kab. Pesawaran optimis harapan itu akan tercapai mengingat Ketua Komisi III DPRD Banggai Kepulauan juga merupakan Ketua KTNA Banggai Kepualauan yang tentu saja akan sangat mendukung pembangunan perikanan terutama terkait penyediaan anggaran untuk lancarnya operasional. (Va/Utama)

1 2 3