KUNJUNGAN DOSEN DAN MAHASISWA FAK. MIPA UNILA DI BBPBL LAMPUNG

Sejalan dengan perkembangan teknlogi diberbagai bidang, selain membawa dampak positif bagi kehidupan manusia maupun hewan, juga dapat  menimbulkan dampak negative, misalnya pencemaran udara, darat dan air. Salah satu usaha untuk mengatasi pencemaran di air adalah dengan adsorpsi menggunakan mikroalga. Berkenaan dengan hal tersebut maka pada tanggal 08 Maret 2017 Kepala Laboratorium Anorganik/Fisika Kimia Fakultas MIPA Universitas Lampung Prof. Dr. Buhani, M.Si beserta beberapa orang Dosen yaitu Prof. Dr. Suharso, S.Si, Ph.D, Dr. Rinawati, M.Si, dan Dr. Mita Rilyanti, M.Si serta 15 orang mahasiswa group Adsorpsi Penelitian dan PKL melakukan kunjungan ke Laboratorium Mikroalga Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung.

Unila1 Unila2Sebelumnya rombongan diterima oleh Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung dan mengikuti paparan  tentang kegiatan BBPBL serta Materi tentang kultur mikroalga yang disampaikan oleh Koordinator Pakan Alami, Rumput Laut dan Ikan Hias Emy Rusyani, M.Si (dau/va/utama)

Adsorpsi secara umum adalah proses penggumpalan substansi terlarut (soluble) yang ada dalam larutan, oleh permukaan zat atau benda penyerap, di mana terjadi suatu ikatan kimia fisika antara substansi dengan penyerapnya.

Definisi lain menyatakan adsorpsi sebagai suatu peristiwa penyerapan pada lapisan permukaan atau antar fasa, di mana molekul dari suatu materi terkumpul pada bahan pengadsorpsi atau adsorben.

Adsorpsi Kimia Yaitu reaksi yang terjadi antara zat padat dengan zat terlarut yang teradsorpsi. Adsorpsi ini bersifat spesifik dan melibatkan gaya yang jauh lebih besar daripada adsorpsi fisika. Panas yang dilibatkan adalah sama dengan panas reaksi kimia. Menurut Langmuir, molekul teradsorpsi ditahan pada permukaan oleh gaya valensi yang tipenya sama dengan yang terjadi antara atom-atom dalam molekul. Karena adanya ikatan kimia maka pada permukaan adsorben akan terbentuk suatu lapisan, di mana terbentuknya lapisan tersebut akan menghambat proses penyerapan selanjutnya oleh bantuan adsorben sehingga efektifitasnya berkurang.

Unila3 Unila4Mikroalga memungkinkan untuk dijadikan salah satu alternatif sebagai penyerap zat-zat impuritis (zat pengotor) yang perlu dikaji dan diketahui aktifitas kultivasinya, sehingga nantinya bisa menjadi acuan kualitas mutu penelitian yang dilakukan dalam skala laboratorium pendidikan tinggi.

KEGIATAN TEMATIK PUSAT PENELITIAN OSEONOGRAFI LIPI DI BBPBL LAMPUNG

Menurut Joni.T.R (1996;3) yang mengartikan pembelajaran tematik sebagai suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik. Pembelajaran tematik akan terjadi apabila peristiwa-peristiwa otentik atau eksplorasi tema menjadi pengendali dalam kegiatan pembelajaran

LIPI1 LIPI2Salah satu tujuan dari tematik adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan pemahaman bagi pihak terkait, sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan pembelajaran. Adapun fungsi dari pembelajaran sistem ini adalah Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan.

LIPI2 LIPI2Hal ini tidak hanya berlaku untuk bidang pembelajaran saja namun berkaitan juga dengan Kegiatan Penelitian Kompetensi Inti (Tematik) maka 2 orang Staf Pusat Penelitian Oseonografi LIPI yaitu Dr. Safar Dody dan M. Djen Marasabessy, MP. Melakukan kunjungan ke Laboratorium Kuda Laut dan Grandhouse Rumput Laut Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung pada tanggal 01 – 04 Maret 2017. (dau/va/utama)

LIPI3

PERJANJIAN KERJASAMA TEKNIS ANTARA BBPBL LAMPUNG dengan BBIP KOTABARU DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI BENIH

Perjanjian adalah suatu tindakan yang mengikat 2 orang atau mungkin lebih. Perjanjian juga bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan. Namun untuk sesuatu yang bisa dibilang serius dan tidak ingin menimbulkan sengketa (masalah) dikemudian hari, sebaiknya  perjanjian dibuat secara tertulis. Pengertian surat perjanjian adalah surat kesepakatan mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak yang saling mengikatkan diri untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. Definisi itu menunjukkan ciri khas surat perjanjian sebagai surat yang dibuat oleh dua pihak secara bersama, bahkan seringkali melibatkan pihak ketiga sebagai penguat.

MOU2 MOU1Terkait hal tersebut dan untuk menunjang kelancaran tugas masing-masing instansi, maka Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung  melakukan Perjanjian Kerjasama Teknis dengan Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Kotabaru, Kalimantan Selatan pada tanggal 17 Februari 2017. Ruang lingkup perjanjian tersebut meliputi  : Perencanaan program ; Pelaksanaan bimbingan teknis penerapan standar pembenihan ikan laut ; Pendampingan dalam kegiatan diseminasi teknologi budidaya laut; dan Pengembangan sarana produksi budidaya laut, khususnya dalam penyediaan benih ikan bermutu.

MOU3 MOU4Surat Perjanjian Kerjasama  ditanda tangani oleh Kepala BBPBL Lampung Ir. Mimid Abdul Hamid, M.Sc.  dan Kepala BBIP Kotabaru Ir. Humaidi yang disaksikan oleh  Dwi Handoko Putro, A.Pi  (Pejabat Fungsional Perekayasa BBPBL) ; Zidni Ilman, S.Pi (Kasi Standardisasi dan Informasi BBIP Kotabaru) dan Akhmad Baihaki, S.Pi (Kasi Pelayanan Teknik Produksi BBIP Kotabaru).  Diharapkan dengan Perjanjian Kerjasama ini dapat dijadikan landasan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan produksi ikan air laut di Indonesia (dau/va/utama)

SEMINAR HASIL KEGIATAN T.A 2016 DAN PROPOSAL KEGIATAN 2017

Seminar hasil Kegiatan adalah forum pemaparan laporan hasil  kegiatan perekayasaan yang telah dilakukan oleh para perekayasa dalam upaya untuk melakukan uji coba yang dapa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah, setelah pemaparan akan mendapatkan evaluasi dan masukan dari peserta seminar dengan maksud agar laporan perekayasaan tersebut dapat menjadi suatu karya ilmiah yang baik dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk kegiatan selanjutnya.

sm1 sm4Perekayasaan adalah proses terencana dan sistematis yang melibatkan pemikiran, penalaran, dan pertimbangan untuk memilih dan menentukan teori, pengetahuan yang tersedia. Konsep, metoda, teknik, serta pendekatan untuk menghasilkan suatu produk yang nantinya akan disusun dalam bentuk paket teknologi.

Sedangkan  proposal dapat diartikan suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja, perencanaan secara sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh perekayasa sebelum melaksanakan kegiatan perekayasaan.

DSC_0250 sm3Seminar hasil kegiatan perekayasaan tahun anggaran 2016 dan proposal kegiatan tahun anggaran 2017 Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung dilaksanakan pada tanggal 30-31 Januari 2017, yang dihadiri oleh semua pejabat struktural dan fungsional serta dua orang pakar pembenihan dan penyakit dari IPB sebagai nara sumber, yaitu : Dr. Alimudin yang mempresentasikan  Kualitas induk dan produksi benih ikan laut bermutu dan     Dr. Sukenda dengan judul  Penanganan penyakit bakterial  dan viral pada ikan laut

sm5 sm6Dalam acara tersebut perekayasa banyak mendapatkan masukan dari peserta, nara sumber dan kepala balai diantaranya masalah data perekayasaan pemuliaan induk unggul Kerapu Bebek serta masalah penyakit black body pada ikan Kakap Putih. Sebelum acara berakhir kepala BBPBL menyampaikan bahwa kegiatan perekayasaan 2017  dihubungkan dengan pemakaian air steril, bagaimana kita menyiapkan air steril dalam pemeliharaan larva Kakap Putih kemudian menggunakan panutup kain hitam untuk mengurangi kanibalisme. (dau/utama)

BANTUAN PAKAN MANDIRI IKAN SP-05 KE POKDAKAN

Kebutuhan pakan merupakan faktor penentu dalam budidaya ikan karena pakan merupakan sumber energi yang digunakan untuk pemeliharaan tubuh, pengganti jaringan tubuh yang rusak  untuk pertumbuhan dan untuk melakukan aktifitas.

pm1 pm2 pm4 pm5Penggunaan pakan pellet buatan pabrik membutuhkan  biaya cukup besar dalam proses kegiatan budidaya.  Untuk menekan biaya produksi,  Direktorat  Jenderal  Perikanan Budidaya (DJPB) membuat program pakan mandiri  sehingga pembudidaya dapat mandiri  tidak mengandalkan pakan pabrik, untuk mendukung  Program DJPB  tersebut  Balai Besar Perikanan Budidaya Laut  (BBPBL) Lampung sebagai salah satu UPT DJPB, ditugaskan untuk memproduksi pakan mandiri dengan tujuan : jika pada level pembudidaya belum bisa memproduksi secara massal, BBPBL dapat mensupport  kegiatan budidaya dengan harga lebih rendah dibandingkan dengan pakan komersial.  pm6 pm7 pm8 pm3Sebagai langkah awal pakan mandiri produksi BBPBL  pada tahun 2016, telah disosialisasikan ke Pokdakan – pokdakan  dalam bentuk bantuan dan pada Januari 2017 telah didistribusikan ke berbagai Pokdakan di Kota Metro dan  Lampung Selatan  sebagai  berikut :

  1. Kelompok Tani Mina Cahaya Mas di Kecamatan Tanjung Bintang,  Lampung             Selatan sebanyak  1 ton;
  2. Kelompok Tani Mina Subur  di desa   Talang Jawa , Kecamatan Merbau Mataram       Kabupaten Lampung Selatan,  sebanyak  1 ton;
  3. Kelompok Tani Makmur  Desa Yosodadi, Kecamatan Metro Timur  Kota Metro            sebanyak 500 kg
  4. Kelompok Tani Metro Makmur,  Desa Sumber Sari Kec. Metro Selatan  Kota Metro     sebanyak  500 kg.  (Va/Dau/utama)
1 2 3 6