PELUANG PENGGEMBANGAN INVESTASI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT

Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 95.181 km dengan luas laut sebesar 5,8 juta km2 dan secara geografi Indonsia berada di daerah tropis dimana perairannya sangat subur dan memiliki biodiversiti yang tinggi sekitar 45 % dari biota laut dunia. Luas potensi perairan Indonesia untuk pengembangan perikanan budidaya laut diperkirakan sebesar 8,36 juta ha dan baru dimanfaatkan sebesar 169.292 ha (3,69 %), termasuk potensi perairan diatas 4 mil (off shore) pun belum dimanfaatkan.

Jum’at, 13 April 2016 Direktur Pengembangan Investasi Bapak Anang Noegroho, Deitjen Penguatan Daya Saing Produk Perikanan membawa 40 orang investor ke Balai Besar Perikanan Budidaya Laut untuk mengenal dan mencari informasi lebih jauh akan peluang pengembangan investasi perikanan budidaya laut. Rombongan diterima oleh Kepala BBPBL Lampung, Ir. Mimid Abdul Hamid, M.Sc sekaligus menjelaskan keberhasilan teknologi budidaya laut di BBPBL Lampung dan peluang-peluang investasiya seperti Kerapu, Kakap Putih, Ikan Cobia, Rumput Laut Kultur Jaringan, Kuda Laut, dan lainnya serta analisa usaha budidayanya.  Disampaikan oleh Ka. BBPBL Lampung Kakap putih mempunyai peluang yang sangat baik  sebagai komoditas untuk industrialisasi dan sampai dengan saat ini telah dirintis oleh beberapa perusahaan di Indonesia; Ikan Cobia dengan keunggulannya mempunyai pertumbuhan yang cepat dalam 1 tahun dapat mencapai 4-6 kg lebih cepat dibandingkan dengan ikan lele dan patin pada budidaya air tawarserta dengan rasa daging yang enak, merupakan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, demikian juga dengan komoditas lainnya.

Dalam kesempatan tersebut terjadi interaksi yang sangat aktif /antusias antara peserta/investor dan nara sumber (Ka. BBPBL). Acara dilanjutkan melihat kegiatan di lapangan didampingi oleh senior staf BBPBL, untuk meyakinkan para investor bahwa perikanan budidaya laut mempunyai peluang yang sangat baik untuk dikembangkan dan menguntungkan. Harapan ke depan potensi perikanan laut yang ada dapat termanfaatkan, produksi ikan laut dari hasil budidaya dapat meningkat, sehingga dapat memenuhi konsumsi penduduk akan ikan terkait dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia.  Dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya bahwa dengan semakin berkembangnya budidaya laut, akan menciptakan lapangan kerja dan peningkataan devisa negara dari sektor perikanan laut. (Va/Utama)

BANGKITKAN EKSPORT IKAN HIDUP HASIL BUDIDAYA DI PROP. LAMPUNG

Eksport ikan Kerapu hidup hasil budidaya kembali digalakkan seiring dengan terbitnya Permen KP No. 15/2016.Rabu, 11 Mei 2016 telah dilakukan eksport ikan Kerapu (Macan dan Cantik) ke Hongkong yang dipusatkan di Pulau Siuncal, Lampung sebanyak 15 ton dengan nilai mencapai US$ 135.000. Dirjen Perikanan Budidaya hadir pada acara tersebut bersama dengan anggota komisi IV DPR RI, Sudin dan Staf Ahli Bupati Kab. Pesawaran Heriansyah. Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dirjen. Perhubungan Laut, Dirjen Bea dan Cukai dan Kepabeanan, DITPOLAIR POLRI, Karantina Ikan dan stake holder perikanan.

Dalam sambutannya Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Subyakto menyampaikan bakwa dengan diterbitkannya Permen KP No. 15/2016 akan membangkitkan kembali budidaya Kerapu khususnya di Prop. Lampung sebagai basic budidaya kerapu nasional. Disebutkan bahwa sebelumnya kapal-kapal asing bisa masuk ke pelosok-pelosok dimana ada KJA namun sekarang hanya bisa standbay di satu tempat, tidak terbatas di pelabuhan tertentu saja tapi bisa langsung ke KJA seperti di Pulau Siuncal ini, yang merupakan mitra para pembudidaya ikan, dimana tidak hanya melakukan pendampingan tetapi juga menjamin kepastian pasar hasil budidaya kerapu. Tentu saja dengan ketentuan kalau petugas-petugasnya tidak ada ditempat (spot) tersebut, mengingat potensi perikanan  budidaya laut tidak diperkotaan, maka eksportir harus mengundang semua petugas untk hadir seperti imigrasi, bea cukai, karantina, DITPOLAIR POLRI, perhubungan, dan lainnya.

Pengusaha pengucapkan terimakasih dengan terbitnya Permen KP ini mengingat kegiatan eksport sempat terkendala pada beberapa waktu yang lalu.Dengan adanya eksport ini, para pembudidaya mulai bergairah kembali untuk melakukan kegiatan budidayanya, sehingga akan mendorong peningkatan produksi perikanan budidaya khususnya ikan kerapu dan  eksport ikan kerapu hasil budidaya ke depannya akan semakin meningkat serta kontinyu. (Va/Utama)

KUNJUNGAN ANGGOTA LEGESLATIF KAB. BANGGAI KEPULAUAN KE BBPBL LAMPUNG SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN DPRD DALAM PEMBANGUNAN PERIKANAN

Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan salah satu Kabupaten yang berada di ujung Timur Propinsi Sulawesi Tengah. Lebih dari 60 % luas wilayah Banggai Kepulauan di dominasi oleh laut  dan aspek budidaya perikanan laut menjadi prioritas. Saat ini eksploitasi ikan laut sangat tinggi karena harga komoditas laut sangat menjanjikan, contoh : harga per kilogram Kerapu Bebek berada pada kisaran Rp. 600.000,- bahkan bisa mencapai Rp. 900.000,-/kg. Berkaitan dengan potensi yang ada, maka pada hari Senin, 11 April 2016Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan Bapak Desmon membawa 10 orang anggota,1 orang staf sekretariat DPRD dan 1 orang perwakilan dari DKP Prop melakukan study banding ke Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung (BBPBL) untuk melihat secara langsung kegiatan di BBPBL dan melakukan diskusi sehubungan dengan bagaimana mengelola potensi laut yang ada di Banggai Kepulauan untuk kegiatan budidaya laut.

Rombongan diterima oleh Kadis Perikanan Kab. Pesawaran Bapak Suyanto dan Ka. BBPBL Lampung Bapak Mimid Abdul Hamid dilanjutkan dengan ekspose dan  melihat sarana, prasaranaserta kegiatan di lapangan baik kegiatan pembesaran di Karamba Jaring Apungmaupun kegiatanpembenihan yang dilakukan di darat. Diskusi secara intensif dilakukan pada saat melakukan kunjungan ke lapangan dan rombongan sangat antusias bahwa budidaya laut dapat dikembangkan di Banggai Kepulauan lebih serius, karena kegiatan budidaya merupakan kebijakan yang strategis untuk mengontrol illegal fishing demikian dikatakan oleh Desmon.Ke depan harapannya budidaya ikan laut akan berkembang di Banggai Kepulauan dan akan menjadi rujukan untuk kunjungan dan pembelajaran.  Ka. BBPBL Lampung dan Kadis Perikanan Kab. Pesawaran optimis harapan itu akan tercapai mengingat Ketua Komisi III DPRD Banggai Kepulauan juga merupakan Ketua KTNA Banggai Kepualauan yang tentu saja akan sangat mendukung pembangunan perikanan terutama terkait penyediaan anggaran untuk lancarnya operasional. (Va/Utama)

RESTOCKING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENJAGA EKOSISTEM KAWASAN P. PUHAWANG SEBAGAI KAWASAN MINA BAHARI

DSC_0063DSC_0031IMG_3702IMG_3719

Rabu, 06 April 2016 dilaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Usaha Pemuda Kreatif oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga Kab.Pesawaran. Bupati Pesawaran Bapak H.Dendi Romadhona, ST secara resmi membuka acara terebut di Balai Desa Pulau Puhawang dan dihadiri seluruh SKPD lingkup Kab.Pesawaran, Dan Lanal Lampung, Kapolsek Padang Cermin, Dandim Pesawaran serta Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung. Dalam sambutannya Bupati Pesawaran mengingatkan kepada masyarakat Desa Pulau Puhawang untuk selalu menjaga lingkungan kawasan Pulau Puhawang karena sudah ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Bahari dan bersikap ramah terhadap wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Pulau tersebut yang jumlahnya rata-rata 5.000 wisatawan per bulan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pesawaran menyerahkan secara simbolis bantuan sarana homestay dan bibit Rumput laut Kotoni hasil kultur jaringan sebanyak 100 kg. Kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Usaha Pemuda Kreatif diakhiri dengan penebaran (restocking) benih Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) sebanyak 3.000 ekor yang berukuran 5 – 6 cm/ekor oleh Bupati Pesawaran bersama Kadis DKP Pesawaran serta Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung di daerah Jelarangan yaitu daerah terumbu karang yang masih terjaga ekosistemnya. Diharapkan dengan penebaran benih tersebut akan menambah koleksi ikan laut sehingga akan menambah daya tarik para wisatawan yang mempunyai hobi snorkeling dan menyelam (Diving). (Yat/Va/UTK).

SOSIALISASI INDIKATOR PENILAIAN ECOSYSTEM APPROACH TO AQUACULTURE (EAA)

sosialisasi_eaa_2sosialisasi_eaa_1

Pengelolaan perikanan budidaya yang efektif tidak dapat dipisahkan dari tiga dimensi unsur yang sama penting dan terhubung, yaitu aspek lingkungan, aspek sosial-ekonomi dan sistem pengelolaan yang dilakukan. Melalui pendekatan lingkungan dalam pengelolaan budidaya perikanan (Ecosystem Approach to Aquaculture-EAA) diperkenalkan beberapa modifikasi dari pengelolaan perikanan budidaya konvensional yang diarahkan untuk meningkatkan performa dan peranannya dalam pembangunan berkelanjutan. Pada dasarnya, penerapan prisnsip-prinsip EAA ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan budidaya perikanan itu sendiri. » Read more

1 2