..:: Selamat Datang di Situs Resmi Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung ::..
You are here:

Selamat Datang di Website BBPBL Lampung

TEMU KONSOLIDASI UPT LAUT LINGKUP DJPB

TEMU KONSOLIDASI UPT LAUT LINGKUP DJPB

Senin, 17 Maret 2014

Senin, 10 Maret 2014 telah dibuka Temu Konsolidasi UPT Laut Lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung, Ir. Tatie Sri Paryanti, MM. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung dan dihadiri oleh 3 UPT Laut Lingkup DJPB lainnya. BBL Batam dihadiri oleh Ka. Balai, Kasie. Pelayanan Teknik dan Koordinator Perbenihan; BBL Ambon dihadiri oleh Ka. Balai dan 2 orang perekayasa; BBL Lombok dihadiri oleh Ka. Balai dan Koordinator Perekayasa. Dalam kesempatan tersebut BBPBL Lampung selaku penyelenggara mendatangkan 2 orang Pakar Perikanan sebagai Nara Sumber yakni Dr. Ir. Made L. Nurdjana dan Dr. Ir. Fathuri Sukardi, M.Sc, yang sebelumnya juga kita kenal sebagai Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP.

Tujuan dari Temu Konsolidasi UPT Laut Lingkup DJPB ini untuk melakukan konsolidasi, koordinasi dan sinergitas kerja sesuai  dengan Tupoksi UPT, yang mencakup : 1) Konsolidasi, koordinasi dan sinergitas kerja kegiatan Perekayasaan; 2)  Konsolidasi, koordinasi dan sinergitas kerja kegiatan Produksi Calon Induk Unggul; 3) Konsolidasi, koordinasi dan sinergitas kerja kegiatan Layanan Laboratorium.

Read more
 

PENINGKATAN PRODUKSI MASSAL BENIH KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) SECARA CO FEEDING ANTARA PAKAN BUATAN DAN PAKAN HIDUP

Oleh :

Supriya, Asmanik, Firdaus, dan Ruswantoro

 ABSTRACT

In the maintenance of seed Red Snapper, problems often faced is the larval mortality age 5, 12 and 20 days and after the seed phase of hatchery seed age 30-50 days, this failure is caused by the constraints of a given live feed (limited quantity and nutritional quality ). Efforts to address the problem of feeding trials conducted on larvae and Red Snapper are co seeds feeding between artificial feed and live feed. Artificial feeding frequency of liquid 3 times daily. Activity of this trial aims to determine the growth, survival of larvae and seed Red Snapper with feeding the co feeding Maintenance activities performed at the hatchery larvae while maintaining seeds in nursery wards BBPBL (Main Center for Mariculture Development) Lampung in March - June 2012. Commodity is maintained and L argentimaculatusL.malabaricus. Treatment A. co feeding (artificial feed live food + liquid) and B. Control (live feed). Larval rearing system wereusing green water. Stocking after the eggs hatch into larvae red snapper with density 10 ind / l. Transparent plastic tubs covered treatment to stabilize the temperature, but light can still enter.Larval rearing using co feeding (liquid + artificial feed live feed) on larval rearing L. argentimaculatus and L. malabaricus generate survival rate at 30 days was 5.96% and 8.01%. Growth in co feeding method is better than the pet by using a live feed alone. But the thing to consider is the management of water quality, because artificial feeding can increase the content of liquid ammonia and nitrite in the media maintenance.

Key words : Increasing production, Red snapper ,Co feeding

 

UJICOBA PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus spp

MELALUI PAKAN PADA

PEMELIHARAAN BENIH KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis)

 Oleh:

Asmanik, Verli Dharmawati dan Margie Brite

 ABSTRACT 

Study of probiotics through feeding on the maintenance of grouper seed (Cromileptes altivelis) has been carried out in BBPBL Lampung. At this trial used seed grouper weighing ± 30 g, total length of 12-13 cm, the stocking density of 250 fish / tub. The treatments were: 1. Given probiotics through food with a dose of 2 g / kg of feed and 2. Control (without probiotics). The bacteria used were Bacillus spp, with a concentration of 1 x 1010 cfu / g. Feeding the addsatiation 2 times a day (at 09:00 and 15:00). Maintaining over 58 days old. The result is a through feed probiotic treatment provide better results than not, the addition of probiotics. Straight comparison of the difference in growth parameters of length (cm), SGR (l m/day), the difference in weight growth (g); DGR (%/day); survival rate (%); final biomass (g) and efficient feed (%), between treatment and control groups are as follows 1.09 : 0.85 ; 21.37: 16.96 ; 6.6 : 3.65 ; 12.94 : 7.16 ; 75: 71 ; 6916 : 5580.3 and 0.13 : 0.08.

 

Key Words : Probiotik, Bacillus spp, seed, fed, Humpback grouper (Cromileptes altivelis).

 

 

BIMTEK DAN TEMU LAPANG BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Pesawaran merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Lampung yang mempunyai potensi untuk pengembangan Rumput Laut. Kendala yang dihadapi yakni ketersediaan bibit dalam jumlah cukup dengan kual;itas yang baik, saat ini sudah dapat diatasi melalui teknologi kultur jaringan hasil penelitian SEAMEO BIOTROP Bogor. BBPBL menjadi salah satu institusi yang ditunjuk untuk  melakukan uji multilokasi Budidaya Rumput Laut menggunakan bibit hasil kultur jaringan tersebut di beberapa wilayah di Prop. Lampung yang salah satunya dilakukan di Desa Puhawang, Pesawaran.

Read more
 

KUNJUNGAN TENAGA AHLI PERIKANAN DARI COLOMBIA

 di BBPBL lampung

PT. Aquascope yang diwakili oleh Bapak James dan Bapak Hari Mahardika, Senin, 16 September 2013 membawa tamu dari Ceniaqua Colombia berkunjung ke BBPBL Lampung. Tamu tersebut adalah Mr. Nicolas del Castilo dan Mr. Juan Carlos merupakan tenaga ahli dalam bidang pembenihan udang khususnya Broodstock di Colombia, sedangkan Mr. Esteban merupakan pengusaha konstruksi dan informasi teknologi dari Spayol.

Read more
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 5