BANTUAN BENIH IKAN, BIBIT RUMPUT LAUT DAN PAKAN IKAN PADA KUNJUNGAN KERJA KOMISI IV DPR RI DI PROPINSI LAMPUNG

Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia, yang 2/3 wilayahnya merupakan wilayah lautan ingin mengembangkan perikanan budidaya laut.  Sehubungn dengan hal tersebut Senin, 19 Desember 2016 Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Bapak Herman Khaeron, Ibu Siti Hediati Soeharto, dan Bapak Daniel Johan melakukan kunjungan ke Propinsi Lampung.  Rombongan Komisi IV DPR RI berjumlah 17 orang terdiri dari Fraksi Demokrat, Golkar, Kebangkitan Bangsa, PDI Perjuangan, dan  Gerindra.Sesuai dengan ruang lingkup Komisi IV DPR RI adalah pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan tujuan Kunker Komisi IV DPR RI pada kesempatan itu adalah sebagai pengawasan atas program kerja Dinas Pertanian, Bulog, dan  Kelautan dan Perikanan di Propinsi Lampung.

dsc_0433 dsc_0441Kunjungan diawali di Kotamadya Metro untuk melihat jaringan Irigasi, dilanjutkan ke gudang Bulog dan ke PPI Lempasing. Kunjungan Komisi IV DPR RI di PPI Lempasing diterima oleh Bapak Handoro selaku Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan didampingi oleh Direktur Kawasan DJPB, Direktur Pelabuhan Perikanan DJPT, Direktur Akses Pasar dan Promosi PDSPKP, Kapusluh KP, pimpinan Satker terkait perikanan, dan pejabat Kadis Kelautan dan Perikanan Propinsi Lampung.

dsc_0446Dalam sambutannya Bapak Herman Khaeron menyampaikan bahwa dengan besarnya luas lautan Indonesia semestinya nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam akan sejahtera. Inilah yang menjadi perhatian Komisi IV DPR RI dan Menteri Kelautan dan Perikanan bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan memberikan dukungan yang salah satunya memberikan payung yang memadai melalui UU No. 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. Perlindungan dalam menghadapi permasalahan kesulitan melakukan usaha, dicontohkan biaya operasional terbesar bagi nelayan adalah minyak, dalam UU ada kemudahan yakni ada subsidi bahan bakar untuk nelayan. Mendorong ada asuransi nelayan, dan disampaikan pula oleh beliau bahwa nelayan , pembudidaya ikan dan petambak garam jangan hanya dijadikan objek produksi, untuk itu kepastian usaha dan permodalannya terus didukung untuk meningkatkan kesejahteraan.

dsc_0484 dsc_0450Pada kesempatan tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan bantuan program KKP tahun 2016 terdiri dari : Asuransi nelayan untuk 30 orang; alat penangkap ikan ramah lingkungan sebanyak 83 paket; kapal penangkap ikan 3 GT sebanyak 16 unit; bantuan pendidikan bagi 420 peserta didik; bantuan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat bagi 379 penyuluh; bantuan Ice Flake Machine kapasitas 1,5 ton bagi 3 kelompok; dan khusus dari DJPB bantuan excapator sebanyak 2 unit dan  bibit rumput laut Kuljar 1 ton bagi 4 kelompok, pakan ikan patin 2 ton bagi 2 kelompok, benih Bawal Bintang 10.000 ekor bagi 4 kelompok pembudidaya yang merupakan produk dari Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung. (Va/Dau/utama)