SEMINAR PROPOSAL : BBPBL MENDATANGKAN NARA SUMBER DARI IPB

Kamis, 12 Februari 2016

seminar_proposal_01   seminar_proposal_02

Tahun Anggaran 2015 telah dilalui dan mulai memasuki Tahun Anggaran 2016. Pada tahun 2016 Balai Besar Perikanan Budidaya Laut akan banyak melakukan kegiatan baik Perekayasaan, Produksi, Pengawasan, Monitoring, Pelayanan dan kegiatan lainnnya. Pada tanggal 9 s/d 11 Pebruari 2016 BBPBL telah melakukan seminar proposal kegiatan Perekayasaan dan Produksi dengan tujuan untuk merencanakan kegiatan tahun berjalan sesuai dengan waktu dan anggaran yang tersedia sehingga dapat meminimalisir terjadinya kendala dalam pelaksanaan kegiatan.

Pada kegiatan tersebut telah dipresentasikan 17 judul rencana kegiatan tahun 2016 oleh masing-masing Word Package (WP), sebagai berikut : Penyiapan Standar Teknologi budidaya Bawal Bintang di KJA dan di Tambak dengan pakan buatan, pematangan gonad Ikan Cobia, Penanganan Kesehatan Ikan pada Budidaya Ikan Kakap Putih, Pematangan gonad Cardinal Banggai, Pemeliharaan Larva Kakap Merah, Produksi benih Kerapu Bebek dan Kerapu Macan, Bawal Bintang, Ikan Cobia, Ikan Hias Nemo dan Kuda Laut, Pakan Alami, Kakap Putih dan Kakap Merah, Calon Induk Kakap Putih, Calin Bawal Bintang, serta dua (2) kegiatan Diseminasi yang disampaikan oleh penanggung jawab kegiatan yakni Diseminasi HSRT Ikan Laut dan Kebun Bibit Rumput Laut Kotoni

Dalam kegiatan seminar proposal ini, BBPBL mendatangkan Pakar reproduksi ikan dan pakan dari Institut Pertanian Bogor, yakni Bapak Dr. Ir. Odang Carmhan, M.Sc dan Dr. Ir. Muhammad Agus Suprayudi, M.Si. Kegiatan seminar diawali dengan kuliah umum oleh 2 (dua) nara sumber dengan materi “Pemijahan Buatan dan Pemeliharaan Larva Ikan Laut” serta “Formulasi Pakan Pembesaran dan Induk untuk Ikan Laut”. Kedatangan pakar-pakar tersebut dimaksudkan untuk menambah wawasan serta memberi masukan untuk rencana pelaksanaan kegiatan tahun 2016.

Pada kegiatan seminar terdapat beberapa masukan terhadap beberapa kegiatan untuk penyempurnaan terkait teknik penyimpanan zooplankton dan fitoplankton seperti cacing beku (fish dry), agar kebutuhan dapat terpenuhi walau fasilitas kultur terbatas, namun tidak mengurangi kualiatasnya; Penggunaan tepung tapioka dalam pakan formula sebanyak 5 % terlalu tinggi, dikhawatirkan kandungan sianida yang ada dalam tapioka dapat membahayakan ikan, karena ikan laut sensitif terhadap sianida; Kandungan minimal asam amino sebesar 4-5 % dalam bahan baku pakan sebagai sumber protein; Masukkan bungkil kedelai sebagai sumber nabati pada bahan pakan karena mengandung arginin tinggi; Prinsip dalam produksi calin adalah kualitas genetik diarahkan lebih unggul; Yang dijadikan patokan pada kematangan gonad adalah umur ikan, bukan bobot; Untuk pakan Calin, bungkil sebaiknya diganti dengan terigu, tapioka sebagai binder diganti dengan CMC atau progol, dan Axaxantin dan Xeratonin adalah nutrien untuk kematangan gonad.

Selanjutnya terkait dengan penulisan proposal harus standar terdiri dari abstrak, pendahuluan, tujuan dan metode sehingga dapat menginformasikan kegiatan yang dilakukan, serta harus ada output dan outcome. Dan tidak kalah pentingnya adalah bahwa setiap pelaksana harus ada catatan selama 1 tahun sehingga bisa dijadikan sebagai base line/acuan. (Va/UTAMA)